Langsung ke konten utama

SFBC/SFBT : SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING/THERAPY KONSELING SINGKAT BERFOKUS SOLUSI

Sumber gambar : https://hypnoticcounseling.wordpress.com/2014/02/15/menilai-pemikiran-dan-cara-berpikir-konseli-klien-2/

Mengenal Konseling Singkat (Brief Counseling)

  • Konseling individu jangka panjang seperti halnya konseling behavior atau konselling lainnya berlangsung 5 pertemuan perminggu dalam beberapa tahun. itu artinya konseling bisa saja berlangsung 20 kali sesi lebih sehingga memerlukan waktu yang tidak sedikit dan biaya yang mahal serta tidak semua orang dapat menjangkaunya.
  • Konselor menghabiskan waktu dalam menganalisis sifat/perilaku konseli dan hal tersebut membuat proses berlangsung lama, sehingga membutuhkan biaya yang realtif lama.
  • Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mempersingkat proses terapi yang menitik beratkan pada efesiensi waktu dan pengambilan kebijakan yang sesuai dengan jenis permasalahan konseli.
  • konseling itu dinamakan konseling singkat/brief counseling yang diharapkan sama efektifnya dengan konseling jangka panjang. Meskipun berlangsung singkat tidak mengurangi tingkat keefektifan proses pemberian bantuan kepada konseli.

 Sasaran Subjek Pengguna Konseling Singkat

  • Konseling singkat atau brief counseling tidak diperuntukan untuk orang yang mengalami gangguan kronis termasuk kecanduan obat dan alkohol, gangguan kepribadian serta permasalahan mental yang serius
  • Menurut Ryle (1990,1995) konseling singkat lebih efektif digunakan dalam setting kelas karena tujuannya lebih terarah. 
  • Konseling singkat lebih cocok digunakan untuk orang yang mengalami gangguan emosi dalam hidupnya, kecemasan ringan dan depresi ringan
  • Bidang praktek konseling singkat lainnya antara lain (1) Masalah akademik dan perilaku; (2) Kesehatan mental orang dewasa; (3)  Pernikahan dan keluarga; (4) Rehabilitasi kerja; (5) Kesehatan dan penuaan, serta (6) Kejahatan dan kenakalan
  • Melalui konseling singkat konselor berkolaborasi dengan konseli merumuskan dan mengutakan masalah serta tujuan secara singkat

Sesi Tunggal Konseling Singkat (Single Session Brief Counseling)

  • Menurut Watzalawick dkk (1974) terdapat 4 langkah pelaksanaan konseling singkat selam satu sesi atau sesi pertama antara lain (1) membantu siswa menentukan masalahnya; (2) menggambarkan solusi yang dibuat siswa; (3)  membantu siswa dalam menetapkan tujuan tertentu; (4)  memberikan siswa tugas-tugas yang dirancang untuk membantu siswa mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
  • salah satu model kerangka kerja dalam membantu pengentasan masalah siswa di sekolah adalah metode singkat atau short term method yang terbagi kedalam 3 tahap yaitu (1) membantu konseli dalam eksplorasi problemnya; (2)  membantu konseli dalam merumuskan tujuan; (3) membantu konseli mengambil rencana tindakan.
  • Penelitian littrel dkk (1992) menjelaskan bahwa (1) Konselor dan konseli yang sudah akrab akan membantu konselor agar menerima umpan balik yang baik. (2) Konseling singkat cocok digunakan untuk siswa dalam setting sekolah dasar dan sekolah menengah. (3) Konseling singkat sangat fleksibel dalam penerapannya bisa dilakukan secara kelompok maupun individu, dengan oran tua, guru dan administrator serta siswa.

Karakteristik Konseling Singkat

  • Menurut Cappuzi & Gross (2007) konseling singkat mempunya beberapa karakteristik antara lain (1) Fokus intervensi (treatment) pada hal-hal yg spesifik dan jelas. (2) Penggunaa waktu realtif efektif. (3)  Pembatasan tujuan dan hasil terapi didefenisikan dengan jelas. (4) Orientasi pada waktu sekarang (here & now). (5) Penilaian secara cepat dan mengintegrasikan assesment dalam proses intervensi. (6) Mereview frekuensi kemajuan terapi dan menolak bentuk strategi intervensi yg tidak efektif. (7)  kolaborasi antara konselor dan konseli adalah hal yang sangat penting serta (8) bersifat fleksibel dan praktis dalam penggunaan teknik intervensi.

 

Sumber :

Mulawarwan. (2019). SFBC (Solution Focused Brief Counseling) Konseling Singkat Berfokus Solusi. Jakarta : Prenanmedia Group

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GURU BIMBINGAN & KONSELING : BERTUMBUH & BERKEMBANG BERSAMA SISWA

  Sumber : http://urbanlol.com/bagaimana-cara-menumbuhkan-minat-belajar-siswa/ Guru Bimbingan dan Konseling Sering dianggap Sepele ? Guru bimbingan dan konseling kerap kali di pandang sebelah mata oleh guru - guru yang lain. Guru bimbingan dan konseling dianggap tidak mempunyai pekerjaan, hanya nongkrong - nongkong saja di kantor maupun di ruang BK. Bahkan kebanyakan guru bimbingan dan konseling memegang tugas yang ganda sebagai guru mata pelajaran, pembina ekstrakurikuler, dan tugas tambahan lainnya. Hal ini menyebabkan tugas utama guru bimbingan dan konseling tidak dilaksankaan dengan maksimal. Peristiwa tersebut dapat bermakna baik maupun buruk tergantung cara kita memandangnya. Dipandang baik jika kepala sekolah memandang guru bimbingan dan konseling mempunyai kemampuan yang lebih atau talenta yang banyak sehingga diberi kepercayaan mengemban tugas yang lain. Guru dipandang mampu dalam suatu tugas dibandingkan guru yang lain sehingga mau tidak mau guru bimbingan ...

REMAJA PELAKU KLITIH

Sumber gambar : https://threechannel.co/2020/02/diy-darurat-klitih-warganet-berapa-nyawa-lagi-yang-akan-melayang/ Remaja Remaja merupakam masa trasnsisi dari anak – anak menuju orang dewasa. Masa remaja adalah masa puber dimana terjadi pertumbuhan dan perkembangan sangat signifikat. Puber awal remaja laki – laki ditandai dengan mengalami mimpi basah dan remaja perempuan mengalami menstruasi. Menurut Sihotang, N., Yusuf, A. M., & Daharnis, D. (2016) remaja adalah usia individu yang sedang tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang matang secara fisik dan  psikologis.  Masa  remaja  yaitu  masa  dimana  timbulnya  berbagai  kebutuhan  dan  emosi.  Dalam  masa perkembangannya,  remaja  penuh  dengan  berbagai  perasaan  yang  tidak  menentu,  cemas,  binggung,  juga berkecamuk harapan, tantangan, kesenangan dan kesengsaraan Kata “remaja” berasal dari bahasa Latin...